5 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan, Diantaranya Meningkatkan Fungsi Otak, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

- 31 Maret 2024, 14:35 WIB
Ilustrasi - Puasa Ramadan memberi manfaat yang signifikan bagi kesehatan tubuh.
Ilustrasi - Puasa Ramadan memberi manfaat yang signifikan bagi kesehatan tubuh. /PMJ News/

PortalMagetan.com – Puasa Ramadhan merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh umat muslim yang mampu mengerjakannya. Tak hanya sebuah kewajiban puasa ramadhan juga memiliki banyak  manfaat bagi kesehatan.

 

Manfaat puasa bagi kesehatan telah terbukti dari berbagai penelitian ilmiah. Seperti dilansir dari laman Healthline berikut lima manfaat puasa bagi kesehatan yang didukung oleh sains:

 

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Meskipun penelitian sebagian besar terbatas pada penelitian pada hewan, beberapa penelitian menemukan puasa dapat memberikan efek yang kuat pada kesehatan otak.

Baca Juga: Megawati dan Prabowo Bakal Bertemu Pasca Pemilu 2024? Begini Pendangan Pengamat Politik dari UGM dan Unpad

Penelitian pada hewan tahun 2018 dan 2021 melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan produksi sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif.

 

  1. Mengontrol Gula Darah

Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan pengendalian gula darah, yang mungkin bermanfaat bagi mereka yang berisiko terkena diabetes.


 

Sebuah studi tahun 2023 terhadap 209 orang menemukan puasa intermiten tiga hari seminggu dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan meningkatkan sensitivitas insulin.

 

Mengurangi resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, memungkinkannya mengangkut glukosa dari aliran darah ke sel dengan lebih efisien.

 Baca Juga: Pemadaman Gudmurah Kodam Jaya Bogor Libatkan Dua Unit Robot Khusus, Satriadi Ungkap Tugas dan Cara Kerjanya

  1. Melawan Peradangan

Penelitian menunjukkan bahwa peradangan mungkin jadi penyebab dalam perkembangan kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthritis.

 

Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat membantu mengurangi tingkat peradangan dan meningkatkan kesehatan. Puasa intermiten juga secara signifikan mengurangi kadar protein C-reaktif, yang merupakan penanda peradangan.

 

Penelitian lain juga menemukan bahwa puasa dan latihan ketahanan dapat menurunkan beberapa penanda peradangan dan mungkin berguna dalam mengobati kondisi peradangan.

 

  1. Turunkan Berat Badan

Satu ulasan lama dari tahun 2015 menunjukkan bahwa puasa sepanjang hari dapat menurunkan berat badan hingga 9 persen dan secara signifikan menurunkan lemak tubuh selama 12-24 minggu.

 Baca Juga: Gulkarmat Jakarta Timur: Pendinginan Gudmurah Kodam Jaya di Bogor Butuh Waktu hingga 10 Jam Simak Penjelasanya

Ulasan lain menemukan bahwa puasa intermiten lebih efektif dalam mendorong penurunan berat badan dibandingkan dengan pembatasan kalori terus menerus.

 

Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa puasa dapat menyebabkan pengurangan lemak tubuh dan lemak perut yang lebih besar dibandingkan dengan pembatasan kalori terus menerus.

 

  1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menemukan berpuasa sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebuah ulasan mengungkap puasa alternatif dapat menurunkan kadar kolesterol total dan faktor risiko jantung pada orang yang kelebihan berat badan.

 

Puasa telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner dan dapat membantu menurunkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol.***

 

Editor: Moh Eko Suprayitno

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah